Sabtu, Desember 3, 2022

Jalani Hari Ini, Bharada E Bilang Saya Hanya Anggota Dan Tak Mampu Tolak Perintah Jenderal

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Stateranews.com| Bharada E alias Richard Eliezer menjalani sidang dakwaan hari ini, Selasa 18/10/22).  Bharada E didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Dalam dakwaannya Richard disebut menerima peluru dari Ferdy Sambo untuk menembak Yoshua. Disebutkan juga bahwa  Putri Candrawathi tahu momen itu. Eliezer disebut dengan sadar dan tanpa ragu menembak Yosua.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain,” kata  jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel)hari ini, Selasa (18/10/22).

Dalam sidang dakwaan Bharada E, jaksa mengungkapkan Bharada E diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Dalam sidang itu terungkap jawaban Bharada E atas perintah atasannya itu melakukan penembakan kepada Brigadir J.

Jaksa menjelaskan awalnya Ferdy Sambo memerintahkan Bripka Ricky Rizal untuk mengeksekusi Brigadir J. Namun Bripka Ricky menolak karena tidak berani menembak Yoshua. Akhirnya, Ferdy Sambo bertanya kepada Bharada E dan disanggupi oleh Bharada E.

Bharada Richard Eliezer Alias Bharada Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini, Selasa 18/10/22)

“Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu menerima penjelasan saksi Ferdy Sambo kejadian tanggal 7 Juli 2022 di Magelang sebagaimana cerita sepihak dari saksi Putri Candrawathu yang belum pasti kebenarannya dengan mengatakan ‘bahwa waktu di Magelang, ibu Putri Candrawathi dilecehkan oleh Yosua’,” kata jaksa di PN Jaksel.

Jaksa mengatakan saat itu Richard merasa tergerak hatinya dan merasa empati dengan Sambo. Menurut jaksa, Putri Candrawathi juga berada di sana. Saat itulah Ferdy Sambo bertanya kesanggupan Richard menembak Yosua. Richard pun menuruti permintaan Sambo.

- Advertisement -

“Selanjutnya saksi Ferdy Sambo mengutarakan niat jahatnya dengan bertanya kepada terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu ‘berani kamu tembak Yosua?’, atas pertanyaan saksi Ferdy Sambo tersebut lalu terdakwa menyatakan kesediaannya ‘siap komandan’,” beber Jaksa.

Melihat kesiapan dari Bharada E, barulah Ferdy Sambo menyerahkan 1 kotak peluru 9 mm kepada Richard Eliezer disaksikan oleh Putri Candrawathi. Kemudian Ferdy Sambo menyiapkan eksekusi penembakan Yosua.

Pada kesempatan sidang hari ini,   Bharada E menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Keluarga Brigadir J. Bharada E menyampaikan rasa belasungkawa atas kejadian yang menyebabkan Yosua meninggal dunia.

“Mohon ijin sekali lagi saya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk kejadian yang telah menimpa almarhum bang Yos,” kata Bharada E, usai menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan.

Bharada Richard Eliezer Alias Bharada Jalani Sidang Dakwaan Hari Ini, Selasa 18/10/22)

Bharada E juga menyampaikan duka cita mendalam pada Yosua  dengan membacakan pernyataannya yang ditulis dalam secarik kertas usai didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Dalam doanya, Bharada E juga berharap agar Yosua diterima di sisi Tuhan Yesus.

“Saya berdoa semoga Bang Yos diterima di sisi Tuhan Yesus Kristus dan untuk keluar almarhum Bang Yos bapak ibu, Reza serta seluruh keluarga besar Bang Yos saya mohon maaf, semoga permohonan maaf saya ini dapat diterima oleh pihak keluarga,” papar Bharada E.

Ada hal menarik dalam persidangan Bharada E karena Fans Bharada Richard Eliezer yang tergabung dalam Richard Eliezer Family Indonesia (richliefams id) hadir ke Pengadilan Negeri Jaksel. Mereka membawa buket bunga untuk mendukung Eliezer saat menjalani pembacaan dakwaan hari ini.

Bharada E didakwa bersama-sama dengan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Berbeda dengan Sambo, usai persidangan Bharada Eliezer tidak  langsung  mengajukan nota keberatan. Sidang Bharada Eliezer akan dilanjutkan pada Selasa, 25 Oktober 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (udt/sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

4 KOMENTAR

  1. Kami dari banten mendoakan kebaikan selalu untuk bharada e, dan kami menangis dan terharu sekali melihat mu bharade E, terbelenggu didalam keadaan yang sangat sulit

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -