Kamis, Desember 1, 2022

Jokowi Sebutkan ada 28 Negara Bakal Jadi Pasien IMF, Luhut Bilang Indonesia Jauh dari Itu

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
512

 

Stateranews.com| Krisis global sudah didepan mata. Dari penjelasan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini ada 28 negara yang meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) karena ekonomi dari 28 negara itu sedang mengalami kejatuhan.

Menanggapi pernyataan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan Indonesia kini baik-baik saja, sehingga tidak perlu ikut meminta bantuan dari IMF.

Lebih lanjut Luhut menyatakan optimisme harus terus dibangun bukan hanya dari sisi pemerintah, tapi juga pelaku usaha hingga seluruh masyarakat di Tanah Air.

“Tadi presiden sampaikan, ada 28 negara sekarang yang sudah antre masuk IMF. Kita jauh dari itu. Harus optimis. Jadi optimisme itu harus dibangun. Jangan kita bicara yang tidak jelas,” kata Menko Luhut di Jakarta Convention Center hari ini, Selasa (11/10/22).

Guna menghadapi tantangan krisis global,  Luhut siap mengikuti arahan Jokowi, yang menekankan pada kekompakan dalam membangun ekonomi mulai dari sektor terkecilnya, yakni UMKM. Karena itu ia yakin Indonesia pasti bisa keluar dari situasi krisis.

Terkait tantangan krisis global itu disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam acara  Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center hari ini, Selasa (11/10/2022). Jokowi menyebutkan dirinya baru mendapat kabar dari Amerika Serikat (AS), dimana sebanyak 28 negara meminta pertolongan kepada Dana Moneter Internasional (IMF) untuk dibantu perekonomiannya.

“Saya pagi dapat informasi dari pertemuan di Washington DC, 28 negara sudah antre di markasnya IMF, menjadi pasien,” kata Jokowi.

- Advertisement -

Jokowi juga menekankan bahwa hal ini harus menjadi peringatan bagi Indonesia agar tidak sampai ikut jadi negara yang bangkrut. perubahan fundamental dalam ekonomi global saat ini memang sedang terjadi. Dari yang dulunya relatif mudah diprediksi, dihitung, dikalkulasi, menjadi dunia yang penuh ketidakpastian dan volatilitas tinggi.

“Ini yang kita lagi tetap menjaga optimisme, tetapi yang lebih penting hati-hati dan waspada.Kalau dulu biasanya semua negara ngejarnya pasti di bagaimana (suku) bunga bisa di serendah mungkin, inflasi serendah mungkin, semua sekarang berubah. Ditambah konfrontasi geopolitik, plus perubahan iklim. Bencana alam makin sering terjadi,” papar Jokowi.

Masih menurut Presiden Jokowi, dengan situasi yang ada saat ini, negara mana pun dapat terlempar sangat cepat keluar jalur dengan mudahnya apabila tidak hati-hati dan waspada, baik dalam pengelolaan moneter maupun fiscal.

Jokowi menambahkan setelah adanya perang Rusia dan Ukraina yang membuat situasi ekonomi global kian tidak pasti. Itu dibuktikan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023, yang terjerumus dari perkiraan awal 3 persen menjadi 2,2 persen.

“Ini lah yang sering disampaikan, membayar harga dari sebuah perang, yang harganya sangat mahal sekali. Tetapi, dengan ketidakpastian yang disampaikan, kita harus tetap optimis. Tetapi, hati-hati dan waspada,” tandas Jokowi.

Tak lupa Presiden Jokowi berpesan  bahwa banyak negara yang dibayang-bayangi oleh resesi global. Bahkan, dia menyebut kondisi perekonomian akan gelap pada 2023.

Hal yang sama telah disebutkan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda, Kajati dan Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Kamis (29/09/2022) beberapa waktu lalu.

Sebagai peringatan menurut Jokowi,  bahwa krisis finansial baru saja terjadi di Inggris karena mengalami tingkat inflasi hingga 9,9 persen. Kondisi ini pun berdampak kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia. Perang Rusia dan Ukraina membuat perekonomian dunia menjadi rumit. Menurut dia, referendum yang dilakukan empat wilayah di Ukraina membuat perang semakin sulit diselesaikan. (un/sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
512

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -