Sabtu, Desember 3, 2022

Kepala Otoritas Pertanian Sebutkan Irak Alami Kekeringan Parah, 1.200 Keluarga Mengungsi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Stateranews.com| Sekitar 1.200 keluarga Irak mengungsi dari rumahnya di kawasan rawa Mesopotamia, Irak Selatan. Dari penjelasan yang disampaikan oleh Saleh Hadi, Kepala Otoritas Pertanian di provinsi Dhi Qar, seperti dikutip dari AFP hari ini, Selasa (11/10/22). menyebutkan  kekeringan landa Irak dalam enam bulan terakhir.

“Sekitar 1.200 keluarga penggembala kerbau dan petani di rawa-rawa dan daerah lain di provinsi itu mengungsi dari rumah mereka karena kekurangan air,” kata Saleh Hadi.

Diketahui bahwa rawa Mesopotamia adalah sebuah situs warisan dunia UNESCO yang rusak akibat curah hujan yang rendah dan berkurangnya aliran di sungai Tigris dan Efrat karena bendungan yang dibangun di hulu di Turki dan Iran.

Masih menurut penjelasan Saleh Hadi, eksodus massal dimulai pada April lalu, lebih dari 2 ribu ekor kerbau mati akibat kekeringan. Sebagian Warga pindah lebih dekat ke sungai di daerah utara Nasiriyah Sementara yang lain telah pindah ke provinsi tengah dan selatan seperti Babel, Kut, Karbala dan Basra.

Penjelasan yang sama disampaikan oleh  Menteri Sumber Daya Air Irak bulan lalu mengatakan bahwa 2022 telah menjadi salah satu tahun terkering yang pernah dilihat Irak sejak 1930. Menurutnya, tiga tahun berturut-turut curah hujan di Irak rendah dan aliran sungai berkurang.

Masih menurut informasi yang disampaikan  oleh  Menteri Sumber Daya Air Irak dalam musim panas ini, sebagian besar lahan basah di Hawizah, di sepanjang perbatasan dengan Iran, serta di kawasan wisata Chibayish telah mengering.

Menanggapi hal itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan Irak, negara kaya minyak yang dilanda perang selama beberapa dekade itu merupakan negara kelima di dunia yang paling rentan terhadap beberapa dampak utama perubahan iklim, termasuk kelangkaan air.

- Advertisement -

Dikabarkan juga bahwa setidaknya 3.000 keluarga di delapan kegubernuran Irak terpaksa meninggalkan rumah mereka karena kekeringan dan rendahnya aliran sungai. Hal ini disampaikan oleh  Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia di Irak pada, Jumat (30/09/22) beberapa waktu lalu.

Kekeringan yang memburuk di Irak secara tak terduga memunculkan penemuan dan akses ke kota berusia 3.400 tahun. Para peneliti menemukan kota itu ketika muncul dari bendungan Mosul yang alami kekeringan. (udt/sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

12 KOMENTAR

  1. Eropa yg notabene rata” dingin bersalju kering kerontang.. arab saudi yg notabene gurun gersang panas mlai ada turun hujan dan rerumputan mulai tumbuh… dunia mulai terbalik

  2. Dan ketika musim hujan yang akan datang, datang lah banjir karena air yang menguap pada musim ini akan turun sebagai hujan…. semoga bukan turun disini.

  3. Penggunaan energi fosil seperti batu bara bakalan dihidupkan kembali karena tidak mendapatkan energi bersih dan ramah lingkungan dari rusia…sebentar lagi uni eropa akan dilanda polusi udara yang parah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -