Kamis, Januari 26, 2023

Pastikan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Polri Sebut ada 20 Polisi Diduga Langgar Etik

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
31

 

Stateranews.com| Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah  menyampaikan sebanyak 20 polisi diduga lakukan pelanggaran etik terkait tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Ini menunjukkan bahwa Polri  berkomitmen untuk mengusut tuntas atas peristiwa yang menelan korban ratusan orang itu.

“Bapak Kapolri sejak awal langsung bergerak cepat menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas peristiwa tersebut,” kata Irjen Dedi Prasetyo Kadiv Humas Polri kepada wartawan, Jumat (07/10/22) kemarin.

Dalam kasus tragedi Kanjuruhan, Polri  telah menetapkan enam tersangka yakni, Dirut PT LIB AHL, Ketua Panita Pelaksana Arema FC AH, Kabag Ops Polres Malang Kompol WSP, Kasat Samapta Polres Malang AKP BSA, Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP H, dan Security Officer SS.

BACA JUGA : Sembilan Wilayah di Jakarta Dalam Posisi Waspada Banjir, Pintu Air Angke Hulu Siaga 2

“Kami berharap masyarakat sabar dan mempercayakan sepenuhnya pengusutan perkara ini kepada kami. Sejak awal kami sudah berkomitmen untuk mengusut tuntas dan tim masih terus bekerja,” kata Irjen Dedi Prasetyo.

Dikabarkan bahwa tim Bareskrim Polri, Polda Jawa Timur, Propam Polri, dan Itsus Polri masih bekerja dengan mengedepankan penyidikan Scientific Crime Investigation (SCI).

Diketahui bahwa  20 polisi pelanggar tersebut merupakan pejabat utama Polres Malang empat orang yaitu AKBP FH, Kompol WS, AKP BS, dan Iptu BS. Kemudian perwira pengawas dan pengendali dua orang yakni AKBP AW dan AKP D.

- Advertisement -

Kemudian polisi yang berposisi sebagai  atasan yang memerintahkan penembakan gas air mata tiga orang yaitu AKP H, AKP US, dan Aiptu BP. Sementara sisanya personel yang menembakan gas air mata ada 11 orang.

BACA JUGA : Punya Puluhan Proyek Yang Sedang Berkembang, Agung Sedayu Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan

Beberap saat lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkap fakta, terkait Tragedi Kanjuruhan. Ia membenarkan, bahwa terdapat anggotanya yang menembakkan gas air mata ke arah tribun akibat makin ramainya penonton yang turun ke lapangan.

Listyo merinci tembakan ke segala penjuru, mulai dari tembakan ke arah selatan, satu tembakan ke arah utara dan tiga tembakan ke arah lapangan. Tembakan ini yang mengakibatkan penonton panik, pedih dan segera meninggalkan arena.

Masih menurut Kapolri, tembakan tersebut bisa mencegah penonton yang turun ke lapangan. Namun demikian, tembakan itu memiliki dampak lain yang membuat penonton berhamburan berusahan meladikan diri dan keluar dari sejumlah pintu khususnya 11,12,13 dan 14.

Kapolri lebih lanjut menjelaskan soal kendala, karena ada 14 pintu yang  seharusnya 5 menit sebelum berakhir pertandingan seluruh pintu dibuka, namun saat seharusnya pintu itu dibuka tapi tidak sepenuhnya terbuka. (nt/sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
31

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -