Sabtu, Desember 3, 2022

Presiden Jokowi dan Presiden FIFA lakukan Pertemuan tertutup di Istana Merdeka

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

 

Stateranews.com| Kedatangan Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka disambut langsung oleh  Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan Jokowi dan Presiden FIFA itu berlangsung tertutup hari ini, Selasa (18/10/22).

Jokowi menyambut langsung Presiden FIFA begitu masuk Istana Merdeka. Jokowi mengatakan senang bisa bertemu dengan Presiden FIFA. Tampak Jokowi dan Gianni tersenyum  menunjukkan momen keakraban kedua tokoh itu sambil berjabat tangan. Jokowi mengajak Gianni untuk masuk ke ruang Jepara. Jokowi dan Gianni kemudian berbincang tentang sejumlah hal.

Diketahui bahwa bahwa pertemuan itu merupakan tindak lanjut komunikasi Jokowi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino beberapa waktu lalu. FIFA lantas mengirimkan surat balasan ke Jokowi yang salah satunya pemberitahuan tidak adanya sanksi bagi sepakbola Indonesia.

“Berdasarkan surat tersebut, alhamdulillah sepakbola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” kata Jokowi.

Dalam suratnya kepada FIFA,  Jokowi juga menyampaikan poin lain, salah satunya terkait kerja sama antara pemerintah dan FIFA untuk membentuk tim transformasi sepakbola Indonesia. Jokowi sempat menyampaikan soal rencana kedatangan Gianni ke Indonesia.

Rencananya Jokowi dan Gianni akan membahas transformasi sepakbola di Indonesia. Jokowi juga menuturkan FIFA tidak mengenakan sanksi terhadap sepakbola Indonesia seusai Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Hal itu juga tertulis dalam surat FIFA yang diterima Jokowi.

Sebagaimana diketahui bahwa beberapa waktu lalu terjadi tragedi sepak bola di Indonesia dalam kerusuhan kanjuruahan, namun Indonesia lepas dari sanksi FIFA terkait tragedi Kanjuruhan. Jokowi menyebut Presiden FIFA akan berkunjung ke RI untuk berdiskusi dengan pemerintah.

- Advertisement -

Nantinya, pertemuan Presiden FIFA dan PSSI adalah untuk membahas langkah apa yang akan diambil Tim Task Force (Satuan Tugas) Transformasi sepakbola Indonesia. Tim Satgas Transformasi dibentuk pada, Kamis (13/10/22) lalu, dengan diisi oleh unsur FIFA, AFC, sejumlah kementerian RI, dan PSSI.

Agenda-agenda ini semua berawal dari korespondensi Jokowi ke FIFA. Jokowi  tidak mau ada kejadian Tragedi Kanjuruhan terulang lagi, untuk itu ia meminta evaluasi total penyelenggaraan sepakbola Indonesia. (sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

27 KOMENTAR

  1. Walau apa pun hukum dari fifa harus di terima dengan buka hati.. agar memberi pengajaran khususnya para2 supporters warga sepak bola yang suka bar2 melulu..

  2. Jadi tuan rumah atau tidak. Itu bukan Hal terpenting buat saya. Yg penting sekali adalah Indonesia tetap maju. Dan sejahtera. Dilindungi & Dihindarkan dari segala macam musibah.

  3. Semoga FIFA ngasih pelajaran yg tegas untuk semua club dan PSSI, para suporter, Panpel, dan pihak terkait.
    Coret saja Arema FC.

  4. Percuma kalau di beri sanksi tapi sistem kita tidak berbenah. Selesai sanksi akan sama aja. Maksimalkan teknokogi, maksimalkan sdm. Lakukan pengecekan identitas setiap pembelian tiket, setiap ada supporter onar di dalam stadion blacklist untuk masuk ke stadion selamanya

  5. Semoga sanksi FIFA ga berimbas ke Timnas. Cukup Arema dan suporter barbar nya saja yang berimbas. Walaupun jatuhnya korban jiwa sampai ratusan orang juga merupakan kesalahan penggunaan gas air mata di dalam stadion, tapi kita jangan sampai melupakan semua itu berawal dari ulah fans yang barbar ga bisa menerima kekalahan. Aksi barbar suporter sudah sering terjadi di Indonesia, cuma ini aja yang sampe menelan korban jiwa sebanyak itu.

  6. semoga fifa ga kasih sanksi ,ini pesan buat suporter yg selalu jadi musuh yu ini waktunya berdamai duduk bersama di lapangan sambil bawa keluarga atau pacar kalian dan nikmati stiap pertandingan dengan nyaman,,jangan hanya kalah club kalian nyawa jadi truhan. ?

  7. Saya yakin FIFA akan mengambil keputusan yang bijaksana dengan tidak menghukum Timnas Indonesia dan tetap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia, karena masalah ini bukan masalah Timnas tapi masalah Club Arema dan Aremania. Kita dukung Club Arema dan Aremania dihukum seberat-beratnya agar menimbulkan Efek jera buat yang lain. Intinya Arema dan Aremani harus mendapat hukuman yang seberat-beratnya karena sumber dari masalah ini adalah dari Suporter yang tidak terima dengan kekalahan lalu turun kelapangan dan memantik kerusuhan.

  8. sanksi FIFA hanya terbatas sanksi organisasi dan anggota organisasi. sanksi pidana juga harus dicari siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya ratusan nyawa. FIFA, AFC, PSSI, CLUB, Suporter, TIM PENGAMANAN juga harus bertanggung jawab.

  9. semoga fifa pengertian sama indonesia bentrok sudah lumrah dapat hukuman dari fifa tpi ini yg paling banyak memakan korban jiwa ditahun 2022 mengukir sejarah dunia…

  10. Filing sy sanksi ringan atau malah tidak disanski, Krn kejadian diluar pertandingan. Intinya pertandingan berjalan lancar sampai selesei. Kecuali kejadian mengganggu jalannya pertandingan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -