Jumat, Desember 2, 2022

Sempat Adem beberapa saat, Hubungan PDI Perjuangan dan NasDem Kembali Tegang

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

 

Stateranews.com| Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  (PDIP) sampaikan sindiran  bahwa  pendukung jokowi tapi kini erat dengan partai pengkritik. Pernyataan itu  bikin hubungan antara Partai NasDem dan PDIP kembali memanas.

Sindiran itu disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai mengikuti acara  perayaan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/22) kemarin.

Diketahui beberapa waktu  lalu NasDem  juga mengeluarkan pendapat Anies Baswedan ‘antitesis’ Presiden Jokowi sehingga hubungan kedua partai ini menegang. Saling senggol dengan kalimat provokatif  antar parpol menjadi tontonan publik.

Awalnya Hasto menegaskan partainya menerapkan kedisiplinan dari berbagai aspek. Hasto lantas memperingatkan jangan sampai mengaku jadi pendukung setia Jokowi-Ma’ruf tapi kini gandeng erat partai pengkritik.

Pada moment perayaan Sumpah Pemuda di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta, Jumat (28/10/22) kemarin Hasto memberi pernyataan  bahwa PDI Perjuangan sebagai partai pelopor harus memiliki disiplin berdemokrasi, disiplin teori, disiplin gerakan, dan disiplin dalam bertindak.

“Jangan ikrar terhadap disiplin, mengaku mendukung pemerintah Pak Jokowi dan kemudian Bapak Kiai Ma’ruf Amin sampai akhir tahun, tetapi bergandengan erat dengan partai-partai yang setiap hari mengkritik Pak Jokowi,” kata Hasto.

Lewat kesempatan itu Hasto menyampaikan harapannya agar  PDI Perjuangan dapat melahirkan pemuda-pemudi gemblengan yang memiliki kesadaran ideologis berdasarkan Pancasila sehingga dapat meningkatkan seluruh kemampuan profesional dan jati dirinya, meningkatkan personality, meningkatkan kemampuan dalam transformasi organisasi.

- Advertisement -

“Pemuda yang memiliki kesadaran demokratik untuk meningkatkan seluruh kemampuan profesional dan jati dirinya, meningkatkan personality, meningkatkan kemampuan dalam transformasi organisasi yang dipimpinnya untuk kemajuan bagi Indonesia, tetapi pada saat bersamaan dia berdiri kokoh pada kebudayaan,” papar Hasto.

Meskipun pernyataan itu tidak ditujukan secara langsung kepada NasDem, namun tersirat karena NasDem merupakan partai koalisi Jokowi yang saat ini sedang menjalin komunikasi intens dengan partai oposisi yakni Demokrat dan PKS.

Menanggapi pernyataan Hasto tersebut,   NasDem menilai partai pengkritik pemerintah Jokowi saat ini bukanlah partai terlarang. NasDem lantas mempertanyakan apa yang menjadi persoalan jika NasDem komunikasi dengan Demokrat dan PKS.

“Mereka bukan partai terlarang kok, bukan PKI. Mereka adalah partai yang kemudian diakui oleh negara sebagai partai yang sah di negara kesatuan Republik Indonesia. Terus apa masalahnya?” kata Ahmad Ali,  Wakil Ketua Umum NasDem kepada wartawan, Jumat (28/10/22) kemarin.

Lebih lanjut Ali menyatakan bahwa  kesepakatan Partai NasDem dengan koalisi pemerintah Jokowi-Ma’ruf  tidak ada kesepakatan yang melarang Partai NasDem untuk berkoalisi dengan partai lain di 2024, yang ada dalam kesepakatan koalisi itu adalah mendukung seluruh kebijakan pemerintah masalah pembangunan. (udt/sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -