Kamis, Desember 1, 2022

Untuk Bersihkan Orbit di Luar Angkasa, Nanoracks Uji Teknologi Penghancur Sampah Angkasa

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

 

Stateranews.com| Nanoracks lakukan uji teknologi untuk mengiris atau menghancurkan sampah luar angkasa di orbit. Eksperimen ini dilakukan oleh Nanoracks dan perusahaan induknya Voyager Space, setelah mengorbit di atas peluncuran SpaceX Transporter 5.

Dalam Eksperimen pada misi Transporter-5 awal tahun ini disebut penggilingan gesekan menggunakan alat pemotong yang beroperasi pada rotasi tinggi per menit untuk melunakkan logam. Tujuan misi ini adalah untuk memotong sepotong logam tahan korosi, mirip dengan kulit terluar Vulcan Centaur United Launch Alliance, dan secara umum dikenal sebagai puing-puing luar angkasa.

BACA JUGA : Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik Sebagai Respon Atas Latihan Militer Bersama AS-Korsel

Eksperimen itu  berlangsung sekitar satu menit. Tujuan utamanya, memotong satu sampel kecil baja, dan berhasil diselesaikan. Proses itu dilakukan dalam kemitraan dengan Maxar Technologies, yang mengembangkan lengan robot yang mengeksekusi pemotongan.

Lengan itu menggunakan efektor ujung penggilingan gesekan yang tersedia secara komersial, dan seluruh struktur ditempatkan di pesawat ruang angkasa untuk memastikan tidak ada puing yang lolos. Apalagi, salah satu tujuan utama demonstrasi adalah untuk tidak menghasilkan puing-puing luar angkasa, dan itu juga berhasil.

Marshall Smith, VP Senior Sistem Ruang Angkasa Nanoracks, kepada TechCrunch seperti dikutip hari ini, Jumat  (07/10/22) menyampaikan bahwa percobaan ini baru permulaan.

“Apa yang ingin Anda lakukan adalah menahan puing-puing ini, tidak harus karena itu mungkin masalah mikrometeorit, yang bisa juga terjadi, tetapi sebagian besar karena Anda ingin menjaga lingkungan kerja Anda tetap bersih,” kata Marshall Smith.

- Advertisement -

BACA JUGA : Presiden Vladimir Putin Berharap Situasi Di Wilayah Baru Yang Dicaplok Dari Ukraina Stabil

Nanoracks akan mencoba pemotongan dalam skala yang lebih besar dalam usahanya untuk akhirnya melakukan upaya konstruksi yang lebih besar. Selain program Outpost, Nanoracks dan Voyager telah bermitra dengan Lockheed Martin untuk mengembangkan stasiun luar angkasa komersial, yang oleh grup tersebut disebut Starlab.

NASA memilih grup tersebut untuk lebih mengembangkan rencananya di bawah program Destinasi Orbit Bumi Komersial dari badan tersebut, untuk kontrak senilai USD160 juta. Blue Origin dan Northrop Grumman juga diberikan kontrak kerja sama. (sn)

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

12 KOMENTAR

  1. Apa jadinya klw ditemukan Planet Sampah? Apa jadinya klw sampah-sampah itu di buang ke Black hole? Apa yg akan terjadi yah?

  2. Sampah di luar angkasa adalah tanda kemajuan teknologi manusia, next time mungkin bisa lah angkutin buangin sampah bumi ke Planet terdekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -