Kamis, Januari 26, 2023

Usai Bentrok Di Al-Aqsa, Raja Abdullah II Dari Yordania Minta Israel Hentikan Tindakan Provokatif

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
24112

 

Stateranews|  Setelah terjadi bentrokan kedua di lingkunann Masjid Al-Aqsa pada hari Minggu kemarin,  Raja Abdullah II dari Yordania meminta  pihak Israel menghentikan tindakan provokatif yang bisa menambah ketegangan diwilayah itu.

Diberitakan oleh Arab News seperti dikutip hari ini, Senin (18/04/22) dikabarkan  hampir 20 orang yang terluka pada insiden Minggu di sejumlah area di dekat Masjid Al-Aqsa. Keterangan lain disampaikan Bulan Sabit Merah Palestina berkata setidaknya ada lima orang yang harus jalani perawatan.

Secara keseluruhan korban  terluka pada insiden di Masjid Al-Aqsa pada Jumat lalu hingga hari minggu kemarin  juga naik menjadi lebih dari 170 orang. Insiden itu terjadi ketika warga Muslim sedang puasa Ramadhan dan warga Yahudi melakukan festival Passover.

Pejabat-pejabat Palestina menuduh Israel mencoba membagi-bagi lokasi suci yang sensitif. Diprediksi situasi masih tegang  hingga pekan ini karena kalanganYahudi ekstrimis terus meneriakan slogan Passover di Masjid Al-Aqsa.

Dari keterangan pihak otorita Palestina menyebut bentrokan pada Minggu pagi kemarin terjadi karena sekitar 228 Yahudi ekstrimis menerobos halaman Masjid Al-Aqsa. Sejumlah orang terluka dan ditahan. Disampaikan juga bahwa  kepolisian Israel sempat menutup akses ke Masjid Al-Aqsa, sementara mencoba mengamankan pengunjung Yahudi ke masjid suci.

Laporan lain menyebutkan, aparat Israel menganggu speaker eksternal setelah sejumlah pemuda Israel menyuruh teman-temannya untuk ikut datang ke Masjid Al-Aqsa. Sejumlah negara telah memberikan kecaman terhadap aksi Israel pada Jumat lalu.

Kerajaan Arab Saudi turut mengutuk serangan tersebut. Hal serupa disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dengan meminta agar pihak Israel dan Palestina sama-sama tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperluas konflik.

- Advertisement -

Sementara itu dari tanah air, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan kekerasan dan penyerangan yang dilakukan oleh aparat Israel terhadap jemaah muslim yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Aqsa pada Jumat (15/04/22).

Prof Sudarnoto Abdul Hakim,  Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, menyatakan, penyerangan terhadap umat muslim Palestina di Masjid Al Aqsa saat sedang beribadah itu menunjukkan bahwa Israel memang dikuasai para penjahat kemanusiaan.

“Semakin meyakinkan kita semua bahwa negara ini memang dipimpin oleh para penjahat kemanusiaan dan tidak beradab. Hanya penjahat lah yang melakukan tindakan-tindakan seperti itu karena mereka memang tidak memiliki akal sehat dan nurani,” kata Sudarnoto melalui pernyataan tertulis di Jakarta.

Sudarnoto lebih lanjut  mengatakan, aparat Zionis Israel telah menista dan menghina Masjid Al Aqsa yang seharusnya dilindungi. Aparat Zionis Israel merusak suasana keagamaan, melakukan tindakan kekerasan kepada umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah dan sekaligus merusak, menginjak-injak dan menghancurkan kemanusiaan.

Masih menurut Sudarnoto , semua tindakan kejahatan yang dilakukan Israel tidak bisa diterima oleh akal sehat dan nurani. Tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran agama apa pun dan melanggar hukum, termasuk hukum internasional.

Diketahui bahwa Pemerintah Indonesia mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa pada 15 April 2022 yang memakan korban jiwa dan luka-luka.

“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan,” begitu bunyi tulisan di akun Twitter Kementerian luar Ngeri RI  @Kemlu_RI. (sn)

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
24112

15 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Artikel Terbaru

- Advertisement -